Berfokus pada perancangan ulang citra publik sebuah SMK Kesehatan guna memperkuat posisinya sebagai institusi pencetak tenaga kerja medis yang profesional, kompeten, dan siap kerja. Melalui Full Branding, identitas visual sekolah direkonstruksi agar memancarkan kesan higienis, terpercaya, dan berbasis sains, dengan tetap mempertahankan karakteristik akademis yang ramah bagi calon siswa. Proposisi nilai unik — seperti keunggulan fasilitas laboratorium keperawatan, farmasi, dan kerja sama rumah sakit — dirumuskan ulang menjadi pesan komunikasi yang kuat. Identitas baru ini diimplementasikan secara taktis melalui Social Media Management yang berfokus pada edukasi kesehatan dan transparansi KBM. Kampanye digital dirancang untuk mengedukasi siswa SMP dan orang tua mengenai prospek karier menjanjikan di sektor kesehatan, sekaligus menjadi saluran interaktif untuk menyederhanakan proses PPDB. Proyek ini berhasil mengubah kanal digital sekolah menjadi pusat informasi yang tepercaya, meningkatkan keterlibatan audiens, serta mempercepat target pengisian kuota siswa.
Focused on redesigning the public image of a Health Vocational School to strengthen its position as an institution producing professional, competent, work-ready medical personnel. Through Full Branding, the schools visual identity was reconstructed to project hygienic, trustworthy, science-based impressions while maintaining friendly academic characteristics for prospective students. Unique value propositions — laboratory facility excellence in nursing, pharmacy, and hospital partnerships — were reframed into strong communication messages. This new identity was tactically implemented through Social Media Management focused on health education and classroom transparency. Digital campaigns were designed to educate junior high students and parents on promising career prospects in the health sector while serving as an interactive channel to simplify PPDB enrollment. This project transformed the schools digital channels into a trusted information hub, increased audience engagement, and accelerated student quota targets.